Senin, 12 Desember 2016

Haus yang Memekakkan Kerongkongan

https://arti-mimpi-tafsir.blogspot.co.id/2014/11/arti-mimpi-dahaga-haus.html

Berawal dari sebuah perjalanan, langkah demi langkah terlewati dengan berlari, berjalan, maupun merangkak. Bukan perjalanan biasa! Dimulai dengan tekad kuat untuk meraih banyak mimpi, sebuah perjalanan pun dimulai dengan merangkak tanpa tahu arah menuju tujuan yang dimaksud. Bukah bodoh! Ini adalah langkah berani dari seorang anak yang bermimpi untuk jadikan dirinya pantas berdiri di dunia yang fana ini. Silih badai cobaan berganti menghantam hatinya yang sedang dia coba untuk kokohkan. Inilah hasil dari doanya selama ini, inilah hasil dari sujud terakhir di sholatnya selama ini, inilah hasil dari doa ibu bapaknya selama ini. Ya!! Sebuah proses untuk jadikan dia sesuai apa yang selama ini dia impi-impikan di setiap doanya. Tak pantaslah dia cemooh pemberian Tuhannya itu karena hanya dia malas untuk belajar  berpindah dari merangkak menjadi berjalan. Bagaimana mungkin dia mampu menggapai mimpinya, ketika dia menyerah untuk berpindah dari merangkak menjadi berjalan. Tetapi tidak, dia tidak menyerah! Walaupun beribu kali dia cium tanah tempat dia coba berjalan, tak memantangkan sedikit pun niatnya untuk tetap mengejar mimpi-mimpinya. Sekali lagi cemoohan menimpa dirinya, seakan tak ada habisnya terpaan hidup yang diterimanya. Mungkin orang biasa akan berhenti dan menyerah dengan merangkak sambil meratapi betapa kesedihan menyelimuti kehidupan malang yang sejak lahir dialaminya. Tetapi dia bukanlah orang yang biasa, dia sadari bahwa dirinya bukanlah terlahir malang tanpa tujuan. Dia terlahir malang agar dia ditempa dengan alam. Guru terbaik yang memberikan pelajaran betapa hidup tidak semudah berucap. Perlahan dan pasti, dia mulai terbiasa dengan cara berjalan. Bukannya berhenti dan menikmati indahnya berjalan, dia malah ingin mencoba untuk berlari. Tidakkah sombong seseorang yang masih belum lancar berjalan ingin berlari? "TIDAK!" katanya dengan lantang. Dia hanya tak ingin ketika dia pandai berjalan kemudian dia berhenti sambil menyombongkan diri bahwa dia mampu berjalan dengan gagah. Seakan berteriak, "hai! Lihat aku!! Aku bisa berlari dengan tegap, yang jelas kalian semua tak pernah bisa lakukan".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar