Zaman
silih berganti, begitu pula dengan kebudayaan yang terus mengglobalisasi,
seakan-akan semuanya perlu untuk diperbaharui. Namun, tak semuanya harus
diperbaharui, bahkan seharusnya dilestarikan maupun dibudidayakan, agar
generasi yang akan dating masih ataupun tetap mengenal keragaman tradisi maupun
kebudayaan pendahulunya masing-masing.
Sate,
ya benar sate, makanan yang satu ini sudah tidak asing lagi untuk didengar.
Sate merupakan makanan yang terbuat dari daging sapi, ayam, kambing, babi, dan
lain-lain dan lalu kemudian dipotong-potong dan ditusuk oleh sebuah lidi yang
lalu dipanggang di sebuah pemanggang yang berbahan bakar arang dengan kipas
sebagai alat agar arang tersebut menjadi bara yang akan mematangkan
daging-daging yang kemudian jadilah sate-sate yang mungkin rata-rata dari kita
pernah memakannya. Namun tahukah kalian bahwa sate yang kita pernah makan itu
memiliki sejarah? Mungkin rata-rata dari kita berasumsi bahwa sate yang pernah
kita makan itu berasal dari Madura. Ya mungkin saja, namun ketika saya membuka
wikipedia, lalu searching tentang
sate, ternyata wikipedia tidak mengatakan bahwa sate itu berasal dari Madura.
“Sate diketahui berasal dari Jawa, Indonesia,
tetapi sate juga populer di negara-negara Asia Tenggara
lainnya seperti Malaysia,
Singapura,
Filipina
dan Thailand”.
Itulah yang dituliskan di wikipedia. Terkejutkah kalian? Atau tak percaya? Ya
memang mungkin saja wikipedia salah, toh wikipedia hanyalah pemikiran-pemikiran
seseorang tanpa bukti yang konkret mengenai kebenaran sumbernya. Jadi apakah
kalian memiliki pendapat yang lain?
Secara
sadar maupun tidak sadar, Indonesia benar-benar memiliki keragaman, tidak hanya
sate saja sebenarnya yang memiliki keragaman, namun juga kebudayaannya,
Indonesia memiliki ratusan macam suku di seluruh penjuru wilayah Indonesia.
Yang tentunya memiliki kebiasaan maupun kebudayaan yang merupakan tradisi khas
masing-masing wilayah di seluruh penjuru Indonesia. Seperti halnya sate, sate
hanyalah satu dari berjuta macam makanan khas masing-masing wilayah di
Indonesia, dan penyebarannya sampai ke seluruh pelosok Indonesia bahkan ke luar
negeri. Jadi sangat penting bagi kita untuk mengenal maupun melestarikan
kebudayaan daerah kita masing-masing baik itu makanannya tariannya maupun yang
lain-lain. Jangan sampai suatu hari nanti kebudayaan kita dicuri oleh Negara
lain, sungguh kejadian yang sangat memilukan hati setiap warga Negara
Indonesia.
Namun
pula selain hal itu, kita juga perlu memikirkan apakah sate ini aman untuk
dikonsumsi? Ataukah sate dapat memicu suatu penyakit? Atau mungkin sate ini
memiliki khasiat? Ya berdasarkan googling
sate memiliki berbagai efek samping, namun efek samping ini tergantung dari
daging apa yang digunakan? Siapa konsumennya? Apakah memiliki pantangan untuk
memakan daging sapi, kambing maupun daging-daging lainnya yang dipantangkan
untuk dimakan oleh si pengidap penyakit. Namun secara umum sate itu aman untuk
dikonsumsi selama proses pembuatannya benar, tetapi juga ada sisi negatifnya,
walaupun proses pembuatannya sudah benar. Ya benar, karsinogen atau bahasa
sederhanannya zat yang dapat memicu kanker yang bisa membuat sel-sel otak kita
tidak berkembang dengan sempurna. Hal ini disebabkan oleh arang yang dibakar
bersamaan dengan sate tanpa ada pembatas antara daging dengan asap hasil
pembakaran arang tersebut. Alhasil,
senyawa karbon hasil pembakaran arang ini pun ikut meresap ke daging
sate. Nah, hal inilah yang menyebabkan sate yang memiliki cita rasa yang sangat
menawan ini perlu dipertimbangkan lagi untuk dikonsumsi. Namun tenang saja,
seperti para pepatah “di mana ada masalah pasti ada solusinya”, ya memang benar
ada solusinya, untuk menetralkan zat karsinogen yang telah bercampur dengan
daging sate, kita bisa mengonsumsi timun untuk menetralkannya, mengapa? Karena
pada timun terkandung zat anti karsinogen, yang kita tau kalau ada kata anti
pasti bertentangan dengan kata sesudahnya, dan memang benar timun mampu
menetralkan zat karsinogen ini, jadi tidak ada salahnya kalau kita mau beli
sate, siapkan dulu timun sebagai cuci mulutnya.
Selain
hal itu sate juga berbagai macam, mungkin kita bisa membaginya berdasarkan pada
jenis daging yang digunakan untuk pengolahannya. Yang pertama daging sapi, lalu
daging kambing, daging babi, daging ayam, daging bebek, daging kancil, daging
kelinci, bahkan daging buaya pun juga ada, namun yang cukup mencengangkan
adalah sate torpedo. Mungkin bagi yang belum tahu sate torpedo adalah sate yang
berbentuk torpedo, ya wajar saja karena orang biasanya menafsirkan sesuatu
berawal dari nama, namun untuk kali ini salah, benar-benar salah. Sate torpedo
adalah sate yang mana dagingnya bukanlah daging biasa, sate ini menurut saya
adalah sate yang paling istimewa, mengapa? Karena sate torpedo ini terbuat dari
testis kambing. Wow? Ya wow, kalian yang belum tahu mungkin berpikir adakah
orang yang ingin membeli sate itu? Dan jawaban ini akan terjawab dengan
sendirinya apabila kalian mengetahui khasiatnya. Menurut kabar burung, sate
torpedo kambing ini memiliki khasiat yakni mampu meningkatkan potensi seksual
pria. Katanya, yah kalau kalian mau bukti silakan coba saja, untuk faktanya ya
memang belum terlalu pasti.
Kembali
lagi ke sate secara umum, sate yang dijajakan oleh pedagang kaki lima, sate
yang dijual di warung makan, maupun sate yang dijual di restoran, semuanya
belum tentu enak maupun aman, untuk rasa mungkin lidah kita masing-masing yang
mampu berargumen, namun soal keamanan ataupun kesehatan ada baiknya kita
memakan makanan yang sewajarnya saja, walaupun pendapat berbeda-beda, apa
salahnya untuk memakan makanan yang menurut akal logika lazim untuk dimakan.
Dan untuk mengenai kesehatannya tidak salahnya kita juga mempertimbangkan dari
segi kebersihannya bukan hanya dari cita rasanya saja. Jadi? Bagaimana dengan
kalian? Apakah tertarik untuk mencicipi sate?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar