Selasa, 12 Juni 2012

Apakah anda menyukai sate?



Zaman silih berganti, begitu pula dengan kebudayaan yang terus mengglobalisasi, seakan-akan semuanya perlu untuk diperbaharui. Namun, tak semuanya harus diperbaharui, bahkan seharusnya dilestarikan maupun dibudidayakan, agar generasi yang akan dating masih ataupun tetap mengenal keragaman tradisi maupun kebudayaan pendahulunya masing-masing.
Sate, ya benar sate, makanan yang satu ini sudah tidak asing lagi untuk didengar. Sate merupakan makanan yang terbuat dari daging sapi, ayam, kambing, babi, dan lain-lain dan lalu kemudian dipotong-potong dan ditusuk oleh sebuah lidi yang lalu dipanggang di sebuah pemanggang yang berbahan bakar arang dengan kipas sebagai alat agar arang tersebut menjadi bara yang akan mematangkan daging-daging yang kemudian jadilah sate-sate yang mungkin rata-rata dari kita pernah memakannya. Namun tahukah kalian bahwa sate yang kita pernah makan itu memiliki sejarah? Mungkin rata-rata dari kita berasumsi bahwa sate yang pernah kita makan itu berasal dari Madura. Ya mungkin saja, namun ketika saya membuka wikipedia, lalu searching tentang sate, ternyata wikipedia tidak mengatakan bahwa sate itu berasal dari Madura. “Sate diketahui berasal dari Jawa, Indonesia, tetapi sate juga populer di negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand”. Itulah yang dituliskan di wikipedia. Terkejutkah kalian? Atau tak percaya? Ya memang mungkin saja wikipedia salah, toh wikipedia hanyalah pemikiran-pemikiran seseorang tanpa bukti yang konkret mengenai kebenaran sumbernya. Jadi apakah kalian memiliki pendapat yang lain?
Secara sadar maupun tidak sadar, Indonesia benar-benar memiliki keragaman, tidak hanya sate saja sebenarnya yang memiliki keragaman, namun juga kebudayaannya, Indonesia memiliki ratusan macam suku di seluruh penjuru wilayah Indonesia. Yang tentunya memiliki kebiasaan maupun kebudayaan yang merupakan tradisi khas masing-masing wilayah di seluruh penjuru Indonesia. Seperti halnya sate, sate hanyalah satu dari berjuta macam makanan khas masing-masing wilayah di Indonesia, dan penyebarannya sampai ke seluruh pelosok Indonesia bahkan ke luar negeri. Jadi sangat penting bagi kita untuk mengenal maupun melestarikan kebudayaan daerah kita masing-masing baik itu makanannya tariannya maupun yang lain-lain. Jangan sampai suatu hari nanti kebudayaan kita dicuri oleh Negara lain, sungguh kejadian yang sangat memilukan hati setiap warga Negara Indonesia.
Namun pula selain hal itu, kita juga perlu memikirkan apakah sate ini aman untuk dikonsumsi? Ataukah sate dapat memicu suatu penyakit? Atau mungkin sate ini memiliki khasiat? Ya berdasarkan googling sate memiliki berbagai efek samping, namun efek samping ini tergantung dari daging apa yang digunakan? Siapa konsumennya? Apakah memiliki pantangan untuk memakan daging sapi, kambing maupun daging-daging lainnya yang dipantangkan untuk dimakan oleh si pengidap penyakit. Namun secara umum sate itu aman untuk dikonsumsi selama proses pembuatannya benar, tetapi juga ada sisi negatifnya, walaupun proses pembuatannya sudah benar. Ya benar, karsinogen atau bahasa sederhanannya zat yang dapat memicu kanker yang bisa membuat sel-sel otak kita tidak berkembang dengan sempurna. Hal ini disebabkan oleh arang yang dibakar bersamaan dengan sate tanpa ada pembatas antara daging dengan asap hasil pembakaran arang tersebut. Alhasil,  senyawa karbon hasil pembakaran arang ini pun ikut meresap ke daging sate. Nah, hal inilah yang menyebabkan sate yang memiliki cita rasa yang sangat menawan ini perlu dipertimbangkan lagi untuk dikonsumsi. Namun tenang saja, seperti para pepatah “di mana ada masalah pasti ada solusinya”, ya memang benar ada solusinya, untuk menetralkan zat karsinogen yang telah bercampur dengan daging sate, kita bisa mengonsumsi timun untuk menetralkannya, mengapa? Karena pada timun terkandung zat anti karsinogen, yang kita tau kalau ada kata anti pasti bertentangan dengan kata sesudahnya, dan memang benar timun mampu menetralkan zat karsinogen ini, jadi tidak ada salahnya kalau kita mau beli sate, siapkan dulu timun sebagai cuci mulutnya.
Selain hal itu sate juga berbagai macam, mungkin kita bisa membaginya berdasarkan pada jenis daging yang digunakan untuk pengolahannya. Yang pertama daging sapi, lalu daging kambing, daging babi, daging ayam, daging bebek, daging kancil, daging kelinci, bahkan daging buaya pun juga ada, namun yang cukup mencengangkan adalah sate torpedo. Mungkin bagi yang belum tahu sate torpedo adalah sate yang berbentuk torpedo, ya wajar saja karena orang biasanya menafsirkan sesuatu berawal dari nama, namun untuk kali ini salah, benar-benar salah. Sate torpedo adalah sate yang mana dagingnya bukanlah daging biasa, sate ini menurut saya adalah sate yang paling istimewa, mengapa? Karena sate torpedo ini terbuat dari testis kambing. Wow? Ya wow, kalian yang belum tahu mungkin berpikir adakah orang yang ingin membeli sate itu? Dan jawaban ini akan terjawab dengan sendirinya apabila kalian mengetahui khasiatnya. Menurut kabar burung, sate torpedo kambing ini memiliki khasiat yakni mampu meningkatkan potensi seksual pria. Katanya, yah kalau kalian mau bukti silakan coba saja, untuk faktanya ya memang belum terlalu pasti.
Kembali lagi ke sate secara umum, sate yang dijajakan oleh pedagang kaki lima, sate yang dijual di warung makan, maupun sate yang dijual di restoran, semuanya belum tentu enak maupun aman, untuk rasa mungkin lidah kita masing-masing yang mampu berargumen, namun soal keamanan ataupun kesehatan ada baiknya kita memakan makanan yang sewajarnya saja, walaupun pendapat berbeda-beda, apa salahnya untuk memakan makanan yang menurut akal logika lazim untuk dimakan. Dan untuk mengenai kesehatannya tidak salahnya kita juga mempertimbangkan dari segi kebersihannya bukan hanya dari cita rasanya saja. Jadi? Bagaimana dengan kalian? Apakah tertarik untuk mencicipi sate?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar